Text
Hikayat Siti Mariah
Novel ini merupakan satu dari beberapa dokumen klasik yang penting pra-Indonesia dan merekam secara baik sepak terjang sejarah tanam paksa di teritori kolonial india pada tengahan abad 19 hingga menjelang peralihan abad 20, khususnya masyarakat gula di Jawa Tengah (Sukoraja). Buku ini menceritakan kondisi Indonesia Pra kebangkitan nasional 1830-1890, menceritakan tentang romansa dan pertikaian yang diceritakan dalam pabrik gula dan tebu yang selalu menjadi objek cerita dalam setiap kisah-kisah pra kebangkitan nasional. Menggambarkan kejamnya kolonialisme dan kejamnya jongos pribumi yang memakan daging rakyat sendiri. Namun tidak serta merta juga menceritakan semua Belanda totok itu jahat, ada juga diceritakan dengan perilaku baik seperti halnya Multatuli yang mengkritik Pemerintahan Hindia Belanda dengan sistem tanam paksanya untuk menggunakan politik balas budi. Kisah Siti Mariah yang juga bernama Urip, Mardi, Jongos Salimin, Babu Salimah, Nyonya Janda Esobier menjadi fokus utama cerita yang berlika-liku dengan sebagian serba kebetulan adanya dibuat oleh Haji Mukti yang dalam buku ini juga menjadi salah satu tokoh. Novel ini juga dieditori oleh Pramoedya Ananta Toer menceritakan banyak kisah pergundikan bagaimana para Belanda menjadikan mereka Nyai hanya untuk dipiara. Bagaimana mereka harus lebih patuh pada Belanda totok.
| U00096N | 813 MUK h | My Library | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain